Lebih hemat dengan mesin bensin atau motor listrik? Berikut penjelasannya!

Ilustrasi motor.


Menghadapi kenaikan harga BBM, apakah menggunakan motor listrik benar-benar solusi?

Autos.id – Beberapa waktu lalu, pemerintah Indonesia mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mulai membuat masyarakat luas percaya bahwa beralih ke kendaraan listrik bisa menjadi solusi karena dianggap efisien.

Selain itu, konsumsi energi kendaraan atau sepeda motor listrik dinilai lebih hemat, namun benarkah demikian? Berikut perbandingannya dengan sepeda motor konvensional yang menggunakan bahan bakar.

Yamaha Nmax155.

Yamaha Nmax155.

Sepeda motor konvensional menggunakan BBM

Sebagai gambaran, harga BBM Pertalite saat ini Rp 10.000/liter, sedangkan Pertamax Rp 14.500/liter. Sedangkan konsumsi bahan bakar setiap jenis sepeda motor juga berbeda karena dipengaruhi oleh beberapa hal seperti spesifikasi sepeda motor, cara berkendara, kondisi jalan hingga beban yang dibawa.

Misalnya mesin matic yang konsumsi bahan bakarnya 50 km/liter. Jadi, cara biasa untuk mengisi bahan bakar adalah Rp 10.000 (Pertalite) atau Rp 14.500 (Pertamax) untuk jarak 50 km.

Namun, itu semua tergantung banyak hal, yang bisa lebih percuma saat mengisi bahan bakar adalah Rp 10.000 (Pertalite) atau Rp 14.500 (Pertamax) yang hanya bisa menempuh jarak 40 km.

Motor listrik Gesits.

Motor listrik Gesits.

Beban motor listrik

Biaya pengisian ulang baterai motor listrik akan tergantung pada kapasitas baterai, yang di Indonesia sendiri biasanya menggunakan baterai dengan kapasitas 2 kWh.

Contohnya adalah motor listrik Gesits yang menggunakan baterai Li-NCM 72Volt 20Ah atau sekitar 1,44 kWh yang mampu menempuh jarak 50 km.

Jika Anda memuatnya di rumah kelas R-1, bebannya sekitar Rp 2.080. Sedangkan jika Anda memuatnya di rumah R-2, biasanya bebannya sekitar Rp 2.447.

Kemudian contoh motor listrik merk lain adalah Viar Q1 atau Volta 401 yang memiliki kapasitas baterai 60V 23Ah atau 1,38 kWh yang mampu menempuh jarak 60 km. Kalau muat di rumah kelas R-1, bebannya sekitar Rp 1.999. Sedangkan kalau muat di rumah R-2 biasanya bebannya sekitar Rp 2.345.

Lalu ada opsi pertukaran baterai, yang dapat menukar baterai kosong dengan baterai yang terisi daya di stasiun pertukaran baterai yang tersedia. Hal ini biasa digunakan oleh sepeda motor listrik Smoot Tempur, dimana tarif untuk kuota 100 km adalah Rp 20.000, kuota 250 km adalah Rp 45.000 dan kuota 500 km adalah Rp 80.000. (berbagai sumber)



Source link

Tinggalkan Balasan
You May Also Like