Ingin mengubah mobil konvensional menjadi mobil listrik? Perhatikan komponen mana yang perlu diganti!

Ilustrasi mengisi daya mobil listrik.


Booming penjualan mobil listrik dan kenaikan harga bahan bakar membuat orang berpikir untuk mengubah sistem pada mobil konvensional.

Autos.id – Dalam beberapa tahun terakhir, mobil listrik semakin populer di Indonesia dan penjualannya meningkat. Namun, harga mobil listrik cenderung lebih mahal dibandingkan mobil konvensional yang boros bahan bakar.

Melihat hal tersebut, pemerintah akhirnya mengizinkan pemilik mobil konvensional untuk mengubah kendaraannya menjadi mobil listrik. Namun, pertanyaannya adalah: Komponen mana yang bisa diganti?

Ilustrasi mesin mobil klasik.

Ilustrasi mesin mobil klasik. (Sumber: Carsome)

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 15 Tahun 2022 tentang Konversi Kendaraan Bermotor Selain Sepeda Motor Bermesin Bensin menjadi Kendaraan Bermotor Listrik Baterai, terdapat aturan tentang konversi mobil konvensional menjadi mobil listrik dan sah untuk digunakan di jalan raya.

Jika melihat pasal 2 bab II tentang pelaksanaan konversi, dijelaskan bahwa hanya bengkel umum, lembaga atau lembaga yang telah mendapat persetujuan menteri melalui direktur jenderal yang berwenang melakukan konversi dimaksud.

Selain itu, bengkel konversi hanya dapat mengubah mobil konvensional menjadi mobil listrik jika diminta oleh pemiliknya. Sedangkan Pasal 4 Bab II tentang manajemen konversi menunjukkan komponen kelistrikan mana yang diatur dalam proses konversi.

Untuk lebih jelasnya, lihat di bawah ini:

Ilustrasi motor mobil listrik.

Ilustrasi motor mobil listrik. (Sumber: kompas otomotif)

(1) Konversi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut:

  1. motor listrik;
  2. baterai;
  3. sistem manajemen baterai;
  4. peredam tegangan dc (konverter dc ke dc);
  5. sistem kendali penggerak motor listrik (pengontrol/inverter);
  6. masukan pengisian baterai;
  7. sistem pendukung listrik; dan
  8. komponen pendukung.

(2) Komponen baterai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dan sistem kendali penggerak motor listrik (controller/inverter) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e harus disertai dengan laporan pemeriksaan, pengujian atau sertifikat yang dapat berupa standar nasional Indonesia atau standar internasional.

(3) Komponen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, huruf g, dan huruf h harus memenuhi persyaratan keselamatan. (berbagai sumber)



Source link

Tinggalkan Balasan
You May Also Like