Apa itu Cambridge analytica?

Posted on

Cambridge analytica merupakan perusahaan konsultan politik yang berpusat di London Inggris dengan cara  mengumpulkan data dan di analisis yang berguna dalam mengambil keputusan stategis dalam pemilu.  Data tersebut mereka peroleh dari akun sosial media seseorang, salah satunya facebook. Dari data tersebut sifat kejiwaan sesorang di analisis dan kesimpulannya dipakai sebagai materi kampanye dalam pemilihan umum. Hasilnya diklaim menjadi penyebab kemenangan Presiden Donald Trump atas calon kuat Hillary clinton pada pemilu presiden Amerika Serikat. Yaap hasil yang pantastis, Donald Trump dengan segala kontropersinya memenangkan pemilu dengan membalikkan prediksi banyak orang.

Data 87 juta data pribadi pengguna akun facebook seluruh dunia dan sebesar 1,3 juta dari indonesia bocor. Mereka peroleh data tersebut dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga. Facebook saat ini memiliki banyak aplikasi yang terhubung dan bisa menyedot data penggunanya tanpa izin yang tepat. Adapaun aplikasinya seperti game online, AirBnB, Spotify dan lain-lain. Kejadian tersebut tentunya menjadi peringatan bagi kita agar bisa menahan diri dalam menggunakan media sosial, berhati-hati dalam memberikan data privasi kepada pihak lain. Praktek pengumpulan data secara massal dapat dilakukan dengan cara seperti data Indentitas kependudukan, registrasi SIM Card telepon seluler, data kesehatan, data pembangunan seperti data kemiskinan, transaksi e-commerce, jejaring sosial dan lain-lain. Sebuah agensi pemasaran konten Fractl melaporkan, khususnya dalam’ The Dark Web’ atau situs pasar gelap data pengguna facebook dijual 5,20 dolar As per akun.

Jumlah pengguna facebook di Indonesia per tahun 2017 sebanyak 117 juta orang tentunya sangat mengkhawatirkan bagi pemerintah apabila data privasi di Indonesia juga mengalami kebocoran apalagi tahun 2018 adalah tahun politik. Terbaru pemerintah Indonesia melalui kementrian Komunikasi dan informarmatika mengancam akan memblokir facebook di indonesia apabila tidak memberikan jawaban dan jaminan tidak ada kebocoran data di Indonesia. Menurut Deputi Direktur Riset Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) wahyudi Djafar yang dikutip dari m.kumparan.com skandal kasus penyalahgunaan data ini harus menjadi momentum penguat rezim perlindungan data privasi di Indonesia. Tidak hanya berfokus pada satu platform, kebutuhan jaminan perlindungan data privasi sebenarnya juga untuk mengantisifasi potensi penyalahgunaan data atas masifnya pengumpulan data skala besar. Semoga…

 

Tinggalkan Balasan